#IndonesiaTanpaJIL

BlogTag

BlogTag
Verba volant, scripta manent - Words fly, written stays

Saturday, August 6, 2016

Begin Again

Tittle-nya sih seperti judul film, tapi ini bukan ulasan tentang film itu. Ini adalah awal mula lagi keinginan menulis yang sempat 4 tahun terhenti.


Baru saja posting foto di IG, foto lama, sekitar 2 tahun yang lalu di Edinburgh Castle. Gak tau jg, kenapa tiba-tiba teringat foto itu dan posting di situ. Memang sebelumnya habis liat-liat IG istri sih (@ulfa_adrian) dan terlihat foto itu. Trus jadi kepikiran posting fotonya dengan caption yang agak puitis (hehehe...).

Nih fotonya:

Edinburgh Castle - 2014
Lihat foto ini, jadi kepingin liburan lagi. Tapi ya menunggu waktu yang memungkinkan dulu, biar liburannya terasa tenang.

Saturday, March 31, 2012

Merokok dan Hak Asasi

Tahu apa kita tentang hak asasi, apabila kita masih merampok hak paling hakiki yang diberikan Tuhan kepada manusia?

Sebagian perokok mengatakan bahwa merokok adalah hak asasi atau hak pribadi mereka, dan merokok di manapun adalah hak mereka. Orang lain harus menghormati hak tersebut. Sadarkah mereka bahwa ada hak yang lebih hakiki daripada yang mereka klaim tersebut?

Iya. Pada awalnya, kita diberikan Tuhan udara yang bersih, segar dan menyehatkan. Semua manusia yang lahir sudah disediakan udara bersih itu, dan itu menjadi kebutuhan kita, dan kemudian tidak salah kalau kita kemudian mengklaim kalau itu adalah hak manusia yang paling hakiki.

Lalu kemudian, timbullah pendapat orang-orang yang tidak berpikir, dan menyebut-nyebut tentang hak asasi, atau hak pribadi. Pernahkah mereka membayangkan, ketika mereka memiliki tanah yang luas, dengan halaman yang asri tertata dan nyaman, rumput-rumput yang subur dan asri membentang, mereka menikmati keadaan tersebut. Lalu kemudian tiba-tiba sekonyong-konyong ada serombongan kambing milik tetangganya yang seharusnya digiring ke padang lain oleh penggembalanya, tiba-tiba masuk ke halamannya tanpa diundang, memakan rumput dan bunga-bunganya, merusak tamannya, membuang kotoran sembarangan sehingga membuat halamannya jadi kotor dan berantakan. Apakah pemilik halaman ini bisa menerima kalau si penggembala bilang bahwa masuk ke halamannya merupakan hak pribadi kambing-kambingnya, dan itu adalah salah si pemilik halaman karena memiliki tanah yang dekat dengan si penggembala?

Atau bagaimana kalau seseorang yang bukan perokok lalu membalas dengan ngupil atau kentut sembarangan di samping perokok tersebut dengan alasan itu juga merupakan hak pribadinya? Apakah si perokok akan menerimanya juga?

Mungkin cara berpikir orang yang berbicara seperti itu sudah terganggu karena pengaruh asap rokok yang dia hisap, atau karena memang tidak berpikir sama sekali. Terkadang juga para perokok sudah menanggalkan rasa malu dengan merokok di kawasan yang dengan jelas tertera plang dilarang merokok.

Dari sini sebenarnya bisa ditarik kesimpulan, bagaimana kepribadian seseorang bisa dilihat dari bagaimana seorang perokok memilih lokasi merokok. Mungkin lucu, tapi ini bisa jadi hal menarik dan menjadi permainan mengusir waktu, apalagi di saat anda berada dalam situasi membosankan seperti menunggu di bandara, menunggu menu makanan di restoran dll. Selamat bermain...! :)

Wednesday, March 7, 2012

Re-open The Box

Hmm, sudah lama sekali sejak terakhir nulis di sini. Ada beberapa teman yang bertanya status blog ini, dan susah sekali menjawabnya, karena memang tidak ada aktivitas dalam 1 tahunterakhir ini.

Bikin blog memang mudah-mudah susah. :) Kita kadang punya banyak ide yang ada dalam otak, namun terasa malas sekali untuk dituliskan. Kadang pengen nulis, tapi ada kerjaan lain. Pengennya sih, yang dituliskan di sini bukan sekedar tulisan iseng saja, minimal bisa bikin orang lain senyum atau ada sedikit ide yang bermanfaat bagi siapa saja yang membaca.

Bikin blog sebenarnya agar banyak (atau at least ada) yang membaca, agar ide kita yang tertuang dalam tulisan ini tidak hanya jadi sia-sia. Tapi juga bisa jadi tempat penyimpanan ide pribadi, sebagai pengingat apa yang telah dikatakan dan apa yang direncanakan, dan mungkin suatu saat akan kita kerjakan jikalau memang diperlukan dan ada waktu. Terkadang juga, apa yang kita tuliskan adalah pengalaman-pengalaman pribadi dan hasil obrolan dengan teman-teman, yang sering ingin kita share.

Blogger seperti saya adalah blogger yang tidak terikat afiliasi dengan siapa atau organisasi apa pun, tapi tidak menutup kemungkinan untuk ikut berkumpul dan berafiliasi. Memang blog ini jadi tidak dikenal dan sedikit dibaca, namun tidak terlalu masalah juga. Penuangan ide itu tidak harus dibaca orang. Jika menyangkut ide atau gagasan, yang penting penulis cukup mengerti dengan apa yang ditulis dan diimpelementasikan sendiri, itu yg jauh lebih penting, ketimbang dibaca oleh orang lain tetapi tidak dilakukan sendiri oleh penulis.

Tulisan yang ditulis di sini pun bukan hasil copy atau tiruan dari sumber lain yang kemudian di share. Kalaupun ada ide yang timbul dari sumber lain, itu akan dikembangkan dan sedapat mungkin saya cantumkan link atau sumbernya. Jadi saya mengupayakan agar tulisan di sini adalah hasil tulisan dari jemari saya sendiri.

Hari ini, saya akan memulai lagi menulis (Insya Allah) apa saja yang ingin saya tulis. Bukan karena apa-apa, tapi rasanya sayang juga kalo punya blog tapi gak pernah diisi... hehehehe....

Selamat berhari Rabu....

Monday, January 24, 2011

GATEL (Gayus sang Intel)

TL rame masalah , crop circle, gayus, deponeering, LPI, NH dll. Apakah ada hubungan antara semuanya?
 
Yg pasti menurut saya Gayus memang agak2 mirip alien, ya krn wignya itu. Tinggal cek di rumahnya, jangan2 dlm garasinya ada piring terbang.
 
Kalau terbukti ada piring terbang, cek lagi di sekelilingnya, siapa tau ada sendok bahkan garpu terbang.
 
Nah, sendok & garpu terbang itu bukan pemberian grup Bakrie. Itu didapat Gayus dr hasil membeli macem2 wig. Beli 3 wig dpt 1 piring.
 
Krn beli wignya banyak, Gayus mendapat piring spesial, ya itu, piring terbang... Tp krn cuma piring, penjual wig melengkapi dgn sendok garpu.
 
Gayus sebenarnya alien. Ditempatkan di kantor pajak. Dikasih kendaraan dinas piring terbang yg didpt melalui hadiah pembelian wig.
 
Nah, krn terlalu dalam masuk dlm dunia manusia, Gayus akhirnya punya hobby sama dgn manusia, sampe jatuh cinta sama Maria Sharapova.
 
Akhirnya Gayus memutuskan mencari Sharapova ke Bali, walopun sebenarnya Sharapova gak main di sana, dia tetap saja pergi. Tetap pake wig.
 
Gayus ke Bali naik piring terbangnya itu, waktu itu pengen mampir Jogja dulu, tp kebetulan Merapi msh batuk2.
 
Gayus sempat berlagak seperti memfoto sesuatu dgn HPnya, tetapi sebenarnya dia sedang mengumpulkan data .
 
Kacamata yg dipakai Gayus jg sebenarnya adalah kacamata alien. Disambungkan ke chip di balik wignya yg tebal itu.
 
Sampai kemudian Gayus kembali lg ke Rutan Mako Brimob & fotonya tersebar. Itu sangat disesali BIA (Badan Intelijen Alien).
 
Sampai kini, walaupun penuh sorotan, Gayus msh suka bepergian dengan piring terbangnya. Kali ini dia mengamati Kongres PSSI, di Bali jg.
 
Nah, Kongres ini dipimpin msh oleh alien jg: NH.
 
Tugas Gayus hanya memastikan bahwa NH masih mendapat dukungan. Oh, iya, NH ini alien yg agak langka, karena berkumis.
 
Pada perjalanan pulang dr Bali, Gayus & piring terbangnya mampir ke Jogja, hal yg tidak sempat dilakukannya November kmrn.
 
Dia mampir ke Jogja krn situasi cuaca sudah aman, Merapi tidak batuk2 lg. Dia pun berkeliling.
 
Pada waktu lewat di atas Sleman, Gayus terbang agak rendah krn tertarik dgn sawah yg menghijau. Tp kemudian tersangkut Sutet.
 
Waktu Gayus ngintip keluar jendela piring terbang, wignya jatuh di area persawahan. Krn sayang kalo wignya hilang, Gayus turun.
 
Karena gelap & tertiup angin, Gayus bingung mencari2 wignya, dia muter2 di sawah itu, sambil membolak balik tanaman padi.
 
Setelah sekitar 2,5 jam muter2 cari wig & obrak abrik sawah, akhirnya wignya ketemu jg. Gayus naik piring terbangnya lagi.
 
Gayus pulang malam itu jg ke tempatnya (rahasia).
 
Keesokan harinya, warga Sleman heboh krn menemukan semacam fenomena lambang aneh di sawah mereka. Para pakar bilang: crop circle.
 
Sampe tipi merah sangat lebay memberitakan fenomena kemunculan crop circle itu. Pdhal Gayus bikinnya gak sengaja. Gara2 wignya jatuh!
 
Demikianlah cerita yg sangat tidak bisa dipercaya mengenai asal muasal crop circle di Sleman.
 
Kemungkinan besok2 akan ada org2 yg mengaku mimpi pd malam crop circle muncul. Itu krn dipengaruhi oleh radiasi wig Gayus.
 
Bagi anda yg baru baca serial twit asal muasal crop circle Sleman ini, silakan dibaca dr awal, jgn sepotong2.
 
Itulah hubungannya antara Gayus, NH, PSSI, alien, piring terbang hingga crop circle Sleman.
 
Oh, iya, crop circle Sleman ini gak ada hubungannya dengan Circle K ya...
 
Epiloog:
Cerita gayus sebagai td sepertinya akan dimuat beberapa waktu ke depan dalam blog saya. Judulnya: GATEL (Gayus sang Intel).
 

Tuesday, December 28, 2010

Goresan untuk Garuda

Kita semua punya masalah, kita semua punya rintangan dalam hidup. Tapi kita punya harapan, dan harapan itu akan menjadi kenyataan bila kita berjuang untuk menggapainya.

Hari ini, satu hari sebelum final leg ke 2 di GBK, ribuan orang masih mengantre di GBK, untuk selembar kertas tanda izin masuk ke stadion besok malam. Ya, tiket Final Piala AFF Leg ke 2 di GBK. Padahal, kita semua mengetahui bahwa Timnas butuh perjuangan yang ekstra berat untuk menjadi Juara, harus menang minimal dengan selisih 4 gol atas Malaysia. Kenyataan ini membuka mata kita, bahwa Bangsa Indonesia tidak peduli dengan hambatan dan tantangan hingga kesempatan itu berakhir. Perjuangan baru berakhir ketika pertandingan memang benar-benar telah berakhir.

Sementara para pemain Timnas tidak mempersoalkan gangguan supporter Malaysia di Bukit Jalil dengan laser hijaunya. Tidak perlu ada kambing hitam. Kita telah kalah di leg pertama, dan itu adalah pelajaran bagi kita, bukan berarti kita telah kalah secara total. Jangan menyerah, masih ada 90 menit di GBK seperti ucapan Bambang Pamungkas Sang Kapten Tim. Ini Tamparan dari Allah, begitu kata Ahmad Bustomi. Para pemain TImnas tetap siap menghadapi pertempuran kedua di GBK.

HARI INI, INDONESIA MEMBUKTIKAN DIRI SEBAGAI BANGSA PEJUANG, BANGSA YANG TIDAK KENAL MENYERAH, BERSATU DALAM PERJUANGAN DAN BERTINDAK SESUAI APA YANG BISA DILAKUKAN.

Sementara setelah kekalahan di Bukit Jalil, para politikus kesiangan itu bersembunyi di balik media yang mereka kontrol. Mereka yang sok pahlawan itu muncul ketika orang-orang mengelu-elukan Timnas, lalu memasang spanduk foto-foto mereka di Bukit Jalil yang membuat kita sebagai orang Indonesia malu. Patut kita lihat, setelah final besok, apakah mereka akan memboncengi Timnas lagi? Sepertinya di Indonesia telah lahir seorang copycat dari Silvio Berlusconi, seorang pengusaha Italia yang jadi tenar dan akhirnya menduduki kursi Perdana Menteri yang diawali dengan suksesnya di bisnis sepakbola. Kalau benar, saya hanya berharap semoga sang copycat tersebut mendapat pelajaran yang sama dengan Berlusconi ketika giginya patah terkena lemparan patung besi di tengah khalayak ramai. Hanya agar dia tahu, apa yang dilakukannya itu sama sekali tidak mendapat simpati dari mayoritas pendukung Timnas Garuda.

Bambang, Firman, pimpinlah TImnas di lapangan hijau dengan penuh percaya diri. Hilangkan bayangan kebobolan 3 gol di Bukit Jalil. Besok jadikan laga yang sama sekali tak terkait dengan itu. Mari mengulang kenangan manis 28 hari lalu di tempat yang sama, di mana kita berpesta pora menghancurkan Harimau Kemayu dengan skor 5-1. Tanpa bantuan mobilisasi laser hijau yang membuat emosi. Hanya dengan keriangan, hanya dengan keringanan kaki dan senyum di lapangan. Percayalah, kami semua mendukung Timnas Garuda dengan hanya 1 harapan: Menang dengan berwibawa, kalah pun dengan terhormat. Kami tidak menginginkan menjadi pengurus PSSI, kami hanya ingin PSSI tidak salah urus.

Kami percaya Garuda akan mengangkasa....

Monday, December 20, 2010

Mengapa Obama pilih Shangri-la?

Ini bukan blog berbayar, ataupun tulisan utk sponsor. Saya hanya ingin share sesuatu yg bagi saya menarik, yg kebetulan baru saja saya baca di Executive Lounge dalam perjalanan saya ke Bali hari ini.
Ini tentang: "pentingnya sesuatu diatur dengan kesempurnaan, sehingga kesempurnaan itulah yg dibutuhkan untuk suatu kepentingan".

Tanggal 9-10 November kemarin, Presiden Obama 'mampir' ke Indonesia. Singkat sekali, kurang dari 24 jam hingga ada yg berseloroh, Obama tidak lebih dari 24 jam karena malas berurusan sama RT karena diharuskan lapor apabila menginap minimal 1x 24 jam. Kata Obama sih: "pulang kampung, nih..".

Dalam kunjungannya yg singkat di Bulan November itu, ternyata Secret Service sudah memilah-milah hotel sejak Januari. Pilihan jatuh ke Shangri-la. Pertanyaannya adalah: apa kelebihan Shangri-la?

Di majalah VENUE Edisi No.06/Desember 2010 dijelaskan beberapa hal yg mungkin baru kita ketahui. Standar yg sangat tinggi, meliputi sistem Keamanan & juga kenyamanan yg luar biasa. Itu saja kuncinya.

Shangri-la memiliki teknologi keamanan yg canggih, yg dinamakan "Perencanaan Penanggulangan Gangguan Sipil". Ok, mungkin 'under vehicle inspection system' sudah banyak dijumpai di hotel-hotel lain, begitu juga kamera CCTV yg berjumlah 350 unit, termasuk juga helipad atau heliport. Ternyata lebih dari itu, Hotel Shangri-la memiliki telepon satelit, anjing pelacak K-9, kemudian melapisi kaca hotel dengan kaca film 3M yang dapat meminimalkan efek jika terjadi ledakan pada kaca jendela.
Nah, sistem penanggulangan gangguan sipil ini ternyata urusannya logistik. Di Shangri-la dalam keadaan darurat, hotel ini mampu memenuhi kebutuhan makan 3000 orang untuk makan 3x sehari selama 10 hari. Untuk kebutuhan minum, konon Shangri-la mempunyai saluran air bersih langsung ke hulu sumber air di Bogor plus 4 sumur resapan yg bisa membantu memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu terdapat juga persediaan air minum kemasan yg bisa dipergunakan oleh 2000 org selama 4 hari. Soal energi listrik, hotel ini memiliki 5 generator berdaya 1.825 kVA dengan persediaan bahan bakar yg cukup selama 5 hari. Begitulah kira-kira.

Kebutuhan seorang seperti Obama memang sangat special, hehehe... Well, sebenarnya ketakutan itu jg menurut saya adalah cerminan banyaknya musuh yg jg akibat kebijakan luar negeri Amerika yg mau menang sendiri & mengamankan pasokan BBM mereka dengan berbagai cara. Tapi, kalo kita ingin melanjutkan topik ini sesuai konteks awal, maka kesempurnaan itulah yg diperlukan. Di saat pihak lain msh berpikir sektoral, kita sudah harus memiliki visi ke depan yg lebih maju. Visi global, & tidak hanya mementingkan citra sesaat, namun di dalamnya penuh rayap yg menggerogoti. Keamanan & kenyamanan adalah hal yg memang paling utama dalam pelayanan hotel, namun lebih dari itu, harus ada nilai lebih yg memang di atas standar rata-rata & dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, itulah yg terpenting. Bukan hanya etalase, tapi isi adalah yg terpenting.

Mudah-mudahan kekaguman ini dapat memicu kita semua untuk dapat lebih berkarya dengan serius & menyempurnakan pekerjaan. Menuju hasil yg lebih dari sekedar selesai. Meningkatkan standar, bukan hanya citra & sekedar etalase.



ADG
Blog: http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, December 15, 2010

Garuda di Dadaku

Seiring dengan baiknya penampilan Timnas Sepakbola Indonesia di Piala AFF 2010, maka banyak sekali pendapat yang mengalir deras yang ditujukan kepada Tim ini. Bukan saja pendapat yang teknis, tapi juga non teknis, hingga seragam timnas pun digugat. Digugat? Ya, digugat oleh seseorang yang bernama David Tobing.

Tidak jelas apa tujuan akhir dari gugatan David Tobing ini, inilah kutipan dari pendapat beliau: "Ada fakta penggunaan Lambang Negara tersebut tidak berdasar dan melanggar Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan". Lalu beliau pun menggugat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendiknas, Menpora, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT Nike Indonesia, terkait penggunaan lambang negara Garuda dalam kostum tim sepak bola nasional (http://www.antaranews.com/berita/1292329080/david-tobing-gugat-kostum-timnas-indonesia).

***
Menurut saya, gugatan itu adalah gugatan yang tidak perlu, terlalu berlebihan dan terkesan (maaf) mencari popularitas.
Sejak tahun 1956 di Olimpiade Melbourne, Lambang Garuda itu selalu melekat di dada para pemain Timnas, bahkan pernah berukuran besar dan terletak di bagian tengah bagian depan seragam merah Timnas Indonesia. Sampai beberapa hari yang lalu, tidak seorang pun mempermasalahkan hal tersebut, bahkan kelompok-kelompok supporter membuat yel-yel penyemangat Tim Nasional pada saat bertanding di stadion dengan Nyanyian: "Garuda di dadaku"


Garuda di dadaku, Garuda kebanggaanku
Ku yakin hari ini pasti menang
Kobarkan semangatmu, tunjukkan sportifitasmu
Ku yakin hari ini pasti menang.

Menyanyikan yel di atas di dalam Stadion bersama-sama puluhan ribu pendukung Timnas merupakan satu hal yang bisa menambah kecintaan kita terhadap Bangsa dan Negara. Dan hal ini membuat saya berpikir, bahwa David Tobing ini mungkin tidak pernah merasakan atmosfer itu.

Monday, November 22, 2010

Nadia

Nadia is an angel. She has beauty. She spreads the beauty. She makes you feel a beauty. She is the Beauty. Beauty....

I love watching my daughter play. It's her energy. It's her entushiasm. It's her beauty. It's her emotions. So adorable. Adorable....

Miss my daughter. Her smell, her smile, her style, her smooth skin. She's my energy. My source of energy. Energy....

My li'l angel is like a flower. Not a rose, she has no thorn. Not a jasmine, she's colorful. She's a fragrant one. She is a flower. Flower....

My God, she's a freedom. She runs freely, shouts freely. Sleeps freely, smiles freely. And I love her for free. For free....

A dream. She's a dream. Dream about how to love, how to care. Dream about how to cope, how to share. She's a dream. Our dream....

My daughter is an inspiration. Inspire me to smile, to live. To be humble, to give. To be healthy, and to be me. Inspirations....



ADG
Blog: http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Friday, November 19, 2010

Pembelaan

Menyelami perasaan seseorang memang tidak mudah, dan kadang memang tidak ada gunanya. Tapi terkadang juga kita penasaran dengan apa yang menjadi isi kepala seseorang. Membuat kita menerka-nerka, apa yang diinginkan dari orang tersebut, apa tujuannya, apa yang melatarbelakangi dia melakukan sesuatu, melatarbelakangi dia mengatakan sesuatu, melakukan pembelaan terhadap sesuatu yang sudah jelas tidak perlu diterangkan dan dibela serta hal-hal lain yang membuat rasa keingintahuan kita tinggi.

Khusus mengenai pembelaan, saya memiliki pengalaman yang unik, yang mungkin tidak perlu diterangkan di sini. Tapi hal ini membuat saya berteori, dan muncullah hipotesis saya tentang pembelaan.

Sebelum membaca tulisan ini saya perlu mengingatkan bahwa apa yang saya tulis ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan salah satu atau beberapa profesi tertentu. Ini hanyalah tulisan berdasarkan pendapat saya yang saya anggap logis.

Seseorang yang membela sesuatu atau seseorang, dapat dilatarbelakangi oleh beberapa hal yang logis, di antaranya adalah:
  1. Dibayar. Hal ini sangat logis dan pasti banyak terjadi. Bisa menjadi profesi, bisa juga amatiran. Atau malah tidak sengaja dan diperalat. Tidak perlu dibahas, semua juga sudah mengerti.
  2. Simpati. Atau mungkin juga bisa dibilang kasihan. Seseorang yang bersimpati dengan orang lain, cenderung akan melakukan pembelaan terhadap orang lain yang menurutnya pantas untuk dibela, atau dikasihani. Pembelaan bisa dilakuakan terhadap penindasan, pelecehan, penganiayaan dan juga ejekan. Hal ini bisa juga dilatarbelakangi oleh lemahnya mental orang yang menjadi objek, ketidaktegasan, ataupun ketidakberdayaan. Orang yang easygoing tidak termasuk dalam orang yang pantas dibela, kecuali istilah easygoing itu salah alamat, atau salah diinterpretasikan. Sebenarnya objek tersebut tidak easygoing, tetapi lemah secara posisi, dan tidak tegas dalam bertindak.
  3. Status. Karena status, biasanya orang berusaha untuk melindungi objek untuk dibela. Biasanya status ini karena pernikahan atau memang hubungan darah. Bisa juga antara atasan-bawahan. Pembelaan seperti ini biasanya tulus, namun tidak jarang juga timbul karena terpaksa. Bisa juga dilakukan untuk menjaga image, menjaga rahasia pribadi, keluarga, perusahaan dll, bahkan untuk menutupi borok atau aib dalam suatu institusi.
  4. Satire/sinisme. Pembelaan seperti ini tujuan sampingnya adalah menyindir objek yang dibela. Secara sadar atau tidak sadar, objek yang dibela akan merasa tersindir dan lama kelamaan menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh orang yang membelanya ini adalah berlawanan dengan tujuannya. Biasanya pembelaan seperti ini akan berakhir dengan kesadaran dari objek yang dibela atas kekeliruannya.

Sunday, November 14, 2010

Garing; Sebuah Kajian Singkat

Beberapa org memang terlahir garing. Beberapa org memang sangat berbakat untuk menjadi garing. Beberapa yg lain seperti terlihat bangga dengan kegaringannya, bahkan terlihat sekali seperti tidak ingin kehilangan reputasi garing, bahkan berusaha mati-matian mempertahankan kegaringan itu.

Garing mungkin didapat dari faktor lingkungan. Mungkin pergaulan. Mungkin juga faktor keturunan. Yg pasti, sangat berat untuk tertawa pada saat kegaringan itu muncul dari seseorang dengan reputasi garing yg menahun.

Garing bisa menular! Seseorang yg hidupnya selalu dekat dengan org garing cenderung akan bersifat garing juga. Sensitivitas kelucuan akan berubah secara berangsur-angsur menuju kegaringan yg tiada tara. Ini merupakan ancaman terhadap humor & kelucuan di lingkungan kita. Sebaiknya kita mencegah ancaman dari orang-orang yg ingin memasyarakatkan kegaringan & menggaringkan masyarakat.

Garing itu pencemaran gairah. Garing mengotori mood. Garing juga mengubah cuaca & suasana hati kita. Di saat kita berdiskusi & bercanda dengan riang, lalu kemudian datang seseorang yg membawa kegaringannya, maka kegaduhan akan berangsur berubah menjadi kerlingan mata, menjadi bibir yg monyong, bahkan gerutu. Tertawa akan berubah menjadi meringis, senyum akan berubah menjadi tertahan. Atmosfer humor akan berubah mendung. Bahkan kadang semua org berusaha untuk berlari dari lokasi jatuhnya kegaringan seraya berdoa agar tidak timbul kegaringan lain di tempat yg baru.

Kegaringan lahir dari pergaulan. Kegaringan lahir dari cara pandang & wawasan. Kegaringan lahir melalui proses. Semakin kegaringan ditolerir, maka kegaringan akan selalu muncul. Oknum yg garing akan selalu merasa lucu, apabila dibiarkan & diperlakukan seperti kita memperlakukan hal yg lucu. Semakin ditolerir, kegaringan akan menjadi kronis, lama-lama akan sangat mengganggu. Karenanya, kita harus memperlakukan org yg berlaku garing seperti apa adanya. Siapa yg mau menjadi korban kegaringan? Korban kegaringan akan tersiksa dalam hati. Korban kegaringan cenderung berbohong dengan berpura-pura tertawa. Korban kegaringan bisa tersenyum kecut, bisa tersenyum sinis & juga bisa tersenyum lebar, walaupun terlihat seperti org yg menahan sakit perut. Korban kegaringan patut dikasihani.


Sebenarnya, para pelaku & pembawa kegaringan patut kita hargai usahanya untuk menghidupkan suasana. Namun sayang, tujuan mulia tersebut gagal dinikmati oleh lingkungan akibat perbedaan level sense of humor. Malah akhirnya terkadang situasi yg pada awalnya ceria, bisa berubah menjadi seperti mengheningkan cipta.

Yg paling parah adalah kegaringan yg agen pembawanya adalah org yg patut kita hormati. Misalnya atasan kita, Pak RT, mertua, ustadz dll. Rasanya jiwa humor kita tercabik-cabik. Rasanya kita ingin hari cepat-cepat berganti malam agar kita cepat tertidur & terlepas dari belenggu kegaringan itu.

Mudah-mudahan kita selalu terhindar dari kegaringan-kegaringan dunia. Mari kita berusaha untuk meningkatkan level humor, mengasah bakat lucu & gemar menonton lawakan yg berkualitas di atas kegaringan rata-rata.
Akhir kata, saya tidak yakin anda membaca kajian tentang kegaringan (yg sangat garing ini) hingga sampai pada kalimat berikutnya. Terimakasih telah iseng membaca tulisan garing ini.


ADG
Blog:
http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, November 8, 2010

Ulang Tahun; Muhasabah

Ok, 32, memasuki 33. Now what?

  1. Dalam kalender Masehi, memang umur saya 32, tapi dalam kalender Hijriyah, sudah hampir 33 tahun. Ya, saya lahir pada tanggal 10 Dzulhijjah 1398 H, di sebuah rumah sakit milik Pertamina, di Sungai Gerong. Sungai Gerong waktu itu masih masuk dalam wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, walaupun sekarang sudah dimasukkan ke dalam wilayah Kota Palembang. Konon kata orang tua saya, saya lahir tepat pada saat adzan subuh berkumandang, pada hari Raya Idul Adha di tahun itu.
  2. Orang tua saya pada mulanya hanya akan memberi nama saya dengan nama: Adrian. Ya, singkat sekali. Tetapi kemudian ditambah dengan "Agung" atas permintaan kakek saya almarhum. Beliau bilang, karena saya lahir di Hari Raya yang besar, maka sebaiknya diberi nama "Agung" untuk mengingatkan sejarah ini. :)
  3. Saya ingat, masa kecil saya dihabiskan di suatu daerah pinggiran Kota Palembang, dengan sungai-sungai kecil dan rawa-rawa, serta kebun dan hutan di sekelilingnya. Tentu sekarang wilayah ini sudah banyak berubah. Masa kecil saya penuh dengan permainan kampung, memancing, memanjat pohon dll. Khusus memancing, sampai sekarang saya masih lebih suka memancing di rawa-rawa dibanding memancing di laut atau sungai. Ikannya lebih friendly dan lebih enak dimakan. ^_^
  4. Hmm, ini muhasabah kan? Hehehe.... Ok. Sepertinya lebih baik tidak memakai numbering... :-)

32 tahun. Presiden Soeharto menjabat selama kurun waktu tersebut. Beliau sudah membuat sejarah yg sangat panjang, dengan akhir yang tidak menyenangkan. Mudah-mudahan ini merupakan awal yang baik untuk saya, dan tidak berakhir seperti kekuasaan sang mantan Presiden.

32 tahun. Sehari setelah ulang tahun saya, Presiden Obama menyempatkan berkunjung ke Indonesia, walaupun tidak sampai 24 jam. Sepertinya Obama bermain monopoli: "hanya lewat". Mudah-mudahan bermanfaat, walaupun saya masih sepakat dengan kalimat: "Obama will not change a thing, America is America". Mudah-mudahan ini merupakan penanda dan motivasi bahwa dengan bersikap optimis, semua bisa dicapai. Obama bisa menjadi Presiden USA pertama dari kalangan Afro-Amerika.

32 tahun. Hampir dua minggu sebelum hari ulang tahun saya, terjadi gempa dan tsunami yang dahsyat yang mengakibatkan lebih dari 400 orang meninggal di Mentawai. Sebelumnya Wasior juga tersapu banjir bandang. Dan hampir berbarengan dengan Mentawai, Merapi memulai semburannya. Hingga saya menulis blog ini, situasi di sana masih tidak menentu. Mudah-mudahan ini merupakan peringatan agar saya jangan sampai lupa dengan Kuasa Allah, SWT.

Saturday, November 6, 2010

Opposite

Apa kau tau saatnya aku menabuh rindu?

Gemuruh itu adalah deras alir emosi yg tiba-tiba meluruh di hati
Berpendar dalam tangan yg membelai & menggapai
Aku selaraskan dengan frekuensimu, yg tak aku tau, selalu

Apa kau rasa ketika cinta itu ada?

Rona merah itu adalah dendam yg terpendam dalam
Dendam yg tersapu waktu, mengalah pada kondisi, terpaku
Terseret sepi, terasing walau tak sendiri, kering

Apakah aku & kamu bukan dalam satu masa?

Hingga di saat kau tersenyum, aku merenung
Hingga di saat ku terluka, kau tertawa
Hingga di saat kau berlari, ku hanya berdiri
Hingga di saat ku marah, kau tak gundah

Semacam sepoi di antara panas & hujan, kita mestinya menyejukkan
Semacam air di antara kemarau kering, kita mestinya menyegarkan
Semacam tawa di antara sedih & duka, kita mestinya gembira

Dan kini hanyalah sepi mengukir waktu, di antara datang dan berlalu
Hingga ketika tiba di hatimu, ku kan tuangkan cinta itu


ADG
Blog: http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, October 28, 2010

'Sumpah Pemuda' vs 'Sumpah Serapah Pemuda'

82 tahun yang lalu, berbagai wakil organisasi kepemudaan antara lain Jong Java, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie melaksanakan Kongres Pemuda II.

Kongres Pemuda II ini menghasilkan satu catatan penting, yang kemudian dikenal dengan Sumpah Pemuda.
Isinya kurang lebih sebagai berikut:

PERTAMA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA : Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Pada hari itu juga, diperdengarkan (konon untuk pertama kalinya di hadapan orang banyak) Lagu Indonesia Raya, yang kemudian menjadi Lagu Kebangsaan Indonesia.

Hingga kini, Output dari Kongres Pemuda II ini diperingati setiap 28 Oktober sebagai hari Sumpah Pemuda.

* * * * *

Di masa kini, apakah semangat persatuan dan kebanggaan berbangsa dan berbahasa Indonesia itu masih melekat pada diri kita, para pemuda?

Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.

Adakah tumpah darah kita itu berarti kita memang harus menumpahkan darah kita di jalanan dengan tawuran?
Adakah tumpah darah yang satu itu berarti kita harus berdemo hingga babak belur, anarkis, membakar ban hingga ada martir di antara kita?
Adakah tumpah darah itu kita harus tunjukkan dengan menghadapai pemuda lain yang berseragam polisi atau satpol PP, yang notabene mungkin adalah sahabat kita, tetangga kita bahkan keluarga kita sendiri?

Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, kita bisa mendapatkan arti dari 'tumpah darah' itu sebagai 'tempat (daerah) kelahiran'. Hmm, mestinya kita tahu dan mengerti itu. Tapi bagaimana kita menghayati substitusi kata 'tempat (daerah) kelahiran' itu dengan idiom 'tumpah darah' yang mestinya secara emosional lebih bermakna mendalam.
Seharusnya kita memahami dengan baik pentingnya kita memaknai tumpah darah itu dengan kecintaan terhadap tanah air, persaudaraan. Tanah air kita yang merupakan Negara Kesatuan, dari Sabang sampai Merauke, yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dengan total garis pantai terpanjang di dunia, yang membuat kita memiliki banyak saudara dengan kekayaan alam dan budaya yang disumbangkan oleh masing-masing wilayah kita.

Kita dulu pernah jaya dengan dua Kerajaan Maritim yang Besar: Sriwijaya dan Majapahit.

Tuesday, October 26, 2010

Meilia

Kita serupa kau, aku & bunga-bunga. Puisi cinta yg mengembun di antara tangis, tawa & wangi di antaranya

Tak mesti selalu tangguh, hanya bila terdampar peluh & keluh, aku kan hadir tuk mengusung sembuh, memberi teduh

Tak mesti selalu tegar, sebab saat kau gemetar, ku kan tersadar membentang bahu tuk bersandar

Tak mesti selalu berani, karena jika kau sendiri, ku kan beringsut bahkan berlari, tuk temani di setiap malam & pagi

Tak mesti selalu tertawa, karena hidup penuh nada. Kita kan tertawa pd saatnya, menangis pd waktunya. Aku, kamu didekap bahagia

Kita serupa kau, aku & bunga-bunga. Puisi cinta yg berwarna. Menuai mimpi mengukir hati. Di sini, cintaku makin terpatri

Thursday, October 21, 2010

Penasaran di Executive Lounge

Senin kemarin, berangkat lagi ke field, sempat mampir dulu di Executive lounge. Sendiri.
Sempat sarapan, trus senyum-senyum sendiri memperhatikan orang-orang di sekitar. Fenomena Executive Lounge di Bandara ini bagi saya menarik. Dan saya penasaran.

Saya berceloteh gak karuan di twitter pagi itu.


Sampe di situ saja. Terputus karena ketemu si Eko, anak Asset sebelah yang kayaknya setengah sotoy juga. Kemudian ngeributin masalah saham dan lain-lain yg akhirnya menurut saya membuang energi, karena yang diajak diskusi gak menguasai materi.

Tapi suatu saat, saya akan menguak misteri Executive Lounge yang bagi saya menarik itu. Hehehehe....

Wednesday, October 20, 2010

Lirik Lagu yang "Mengganjal"

Pernah mendengar lagu "Bintang 14 hari" yang dinyanyikan oleh Kangen Band? Apakah anda merasa bahwa itu liriknya normal?
Coba dengarkan lagi. Di awal lagu, liriknya kira-kira begini: "14 hari ku mencari dirimu untuk menanyakan dimanakah dirimu".
Masih merasa bahwa lirik itu biasa saja?

Menurut saya, lirik lagu itu terlalu penuh delusi, mengada-ada dan absurd. Apa gunanya mencari orang untuk bertanya di mana orang itu berada?

Ada lagi lirik lagu "Terkenang" dari kLA Project, yang potongan liriknya kurang lebih seperti ini: "Perasaan rindu membubung tinggi | Jatuh kepayang | Bertahun mencari tambatan diri | Ah …. , adakah engkau jawabnya".
Yang saya ingin kritisi di sini, apa artinya "Jatuh kepayang"? Apakah mereka mengira bahwa "kepayang" itu artinya cinta karena biasa ada idiom "mabuk kepayang"? Kita, harusnya berhati-hati dalam membuat lirik lagu. Jangan sampai asumsi kita tentang sesuatu menjadikan kita tidak berhati-hati.

Setahu saya, kepayang itu adalah sejenis buah yang memabukkan. Di hutan-hutan banyak terdapat pohon kepayang (atau kepahyang). Di daerah Sumatera, banyak desa atau kampung yang memakai nama Kepayang atau Kepahyang sebagai nama desa atau kampungnya.
Kalau kita lihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari kepayang adalah:

ke.pa.yang
[n] (1) pohon, bijinya memabukkan; Pangium edule; (2) biji kepayang

Dari definisi di atas, jelas, bahwa kepayang adalah sebuah pohon yang bijinya memabukkan. Di saat seseorang jatuh cinta, seseorang seolah-olah tidak sadar, seperti orang yang mabuk. Tidak bisa berpikir logis. Di saat itulah orang Melayu mengibaratkan seseorang yang sedang jatuh cinta itu sebagai orang yang mabuk kepayang.

Tuesday, October 12, 2010

Bagaimana kalau...? #random

Bagaimana kalau Foke terkena macet?

Bagaimana kalau PSSI direvolusi, dan Nurdin dilengserkan berserta kroni-kroninya?

Bagaimana kalau pengurus PSSI tetap seperti sekarang, tapi ternyata Timnas bisa Juara Asia?
*mimpi kali*

Bagaimana kalau banjir bandang Wasior terjadi pada saat Menhut bertandang ke sana?

Bagaimana kalau di tiap Kantor Pajak dibangun patung Gayus menangis?

Bagaimana kalau TVO*e terus menyiarkan persidangan Gayus?

Bagaimana kalau anggota DPR studi banding ke neraka? *biar tau hukuman kalo korupsi*

Bagaimana kalau penarikan Indomie di Taiwan dilakukan karena perang dagang? *mau bikin Taimie kali*

Bagaimana kalau tahun 2014 Jakarta benar-benar matot (macet total)?

Bagaimana kalau Foke kita suruh tinggal di rumah yang kebanjiran barang sehari saja?


Bagaimana kalau Anggodo jadi Ketua KPK saja?

Waktu

Tak terarah
Ketika kulabuh mimpiku di tepi danau keruh
dan daun-daun jatuh

Imaji
Ketika kunampak mimpi-mimpi itu lagi
dan aku berlari

Tersungkur
dan kulepas anak panahku melesat
dan cita-cita pun hampir tersesat

Bangkit
dan mimpi itu terus melejit
tetap berlari walau kaki sakit

Senyum
Bunga-bunga bermekaran harum
Kupetik sekuntum

Tak terasa dulu, kini, nanti
Kita bermimpi, mencoba, tersungkur, bangkit, senyum, sepi
Semua bukan imaji, semua tidak semu, pasti
Torehkan sejarah hidup dengan hati

Mencoba, masa depan dan perhatian
Kesempatan dan penantian
Telah digariskan, TUHAN

Wednesday, October 6, 2010

Ketika Hujan

Hujan ini bukan mata air langit. Hujan ini aliran emosi malam. Meluruh, menghias Kelam. Aku terdiam diantara sinar dan bayang.

Hujan ini bukan airmata dewa. Hujan ini kumpulan senandung burung. Terhimpun, turun mengalun. Aku tertegun di antara awan dan gunung.

Hujan ini bukan jelaga neraka. Hujan ini getah tumbuhan surga. Tercurah, tanah membasah. Aku terperangah, terengah-engah.

Hujan ini bukan untukmu, bukan untukku. Hujan ini karenamu, karenaku. Hujan ini untuk kau tahu. Lagu yg tak selalu merdu.

Dan ketika guntur menyambar-nyambar, utk kau sadar. Bahwa kita terlahir suka, bukan duka. Duka hanya mendung yg tak jadi hujan.

Dan ketika hujan mereda, untuk kau rasa. Bahwa angin menyapu hujan, menyapa alam. Alam adalah kita bersandiwara.

Lalu hujan itu, aku & kamu, mendung & alam. Setidaknya kita tahu. Hujan tak untuk ditafsir duka. Hujan utk menari di bawahnya. Cinta.


ADG
Blog: http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, October 4, 2010

Diskusi dan Komunikasi dengan Bahasa Hati

Hidup di Indonesia, rasanya kita hidup di antara kaidah-kaidah dan norma yang berlaku yang biasanya kita sebut dengan adat ke-timur-an. Bahasa dan kata yang disusun rapi (tidak frontal/straightforward), penolakan dengan halus, intonasi yang diatur sedemikian rupa, hingga pengucapan nama dan panggilan terhadap seseorang bahkan diri kita sendiri pun sangat memperhitungkan sisi kepantasan dan kepatutan. Hal-hal tersebut turut memperkaya karakter bangsa.

Memang, tidak semua suku di Indonesia memiliki kaidah-kaidah yang sangat halus tersebut. Di Sumatera dan Sulawesi misalnya, banyak suku yang kata-katanya lantang dan tidak suka menyimpan perasaan.

Saya kutip dari twit Bpk Komaruddin Hidayat (@komar_hidayat) yang mengutip juga dari pendapat budayawan Remy Silado, bahwa orang Indonesia sepertinya memang lebih mengedepankan masalah rasa (hati) ketimbang logika (rasio). Ada banyak contoh kata bahasa Inggris yang apabila di-Indonesia-kan terjemahannya dikaitkan dengan hati.
Beberapa contoh:
  • unwillingly = setengah hati
  • glad = besar hati
  • annoyed = sakit hati
  • haughty = tinggi hati
  • humble = rendah hati