#IndonesiaTanpaJIL

BlogTag

BlogTag
Verba volant, scripta manent - Words fly, written stays
Showing posts with label Iseng. Show all posts
Showing posts with label Iseng. Show all posts

Monday, January 24, 2011

GATEL (Gayus sang Intel)

TL rame masalah , crop circle, gayus, deponeering, LPI, NH dll. Apakah ada hubungan antara semuanya?
 
Yg pasti menurut saya Gayus memang agak2 mirip alien, ya krn wignya itu. Tinggal cek di rumahnya, jangan2 dlm garasinya ada piring terbang.
 
Kalau terbukti ada piring terbang, cek lagi di sekelilingnya, siapa tau ada sendok bahkan garpu terbang.
 
Nah, sendok & garpu terbang itu bukan pemberian grup Bakrie. Itu didapat Gayus dr hasil membeli macem2 wig. Beli 3 wig dpt 1 piring.
 
Krn beli wignya banyak, Gayus mendapat piring spesial, ya itu, piring terbang... Tp krn cuma piring, penjual wig melengkapi dgn sendok garpu.
 
Gayus sebenarnya alien. Ditempatkan di kantor pajak. Dikasih kendaraan dinas piring terbang yg didpt melalui hadiah pembelian wig.
 
Nah, krn terlalu dalam masuk dlm dunia manusia, Gayus akhirnya punya hobby sama dgn manusia, sampe jatuh cinta sama Maria Sharapova.
 
Akhirnya Gayus memutuskan mencari Sharapova ke Bali, walopun sebenarnya Sharapova gak main di sana, dia tetap saja pergi. Tetap pake wig.
 
Gayus ke Bali naik piring terbangnya itu, waktu itu pengen mampir Jogja dulu, tp kebetulan Merapi msh batuk2.
 
Gayus sempat berlagak seperti memfoto sesuatu dgn HPnya, tetapi sebenarnya dia sedang mengumpulkan data .
 
Kacamata yg dipakai Gayus jg sebenarnya adalah kacamata alien. Disambungkan ke chip di balik wignya yg tebal itu.
 
Sampai kemudian Gayus kembali lg ke Rutan Mako Brimob & fotonya tersebar. Itu sangat disesali BIA (Badan Intelijen Alien).
 
Sampai kini, walaupun penuh sorotan, Gayus msh suka bepergian dengan piring terbangnya. Kali ini dia mengamati Kongres PSSI, di Bali jg.
 
Nah, Kongres ini dipimpin msh oleh alien jg: NH.
 
Tugas Gayus hanya memastikan bahwa NH masih mendapat dukungan. Oh, iya, NH ini alien yg agak langka, karena berkumis.
 
Pada perjalanan pulang dr Bali, Gayus & piring terbangnya mampir ke Jogja, hal yg tidak sempat dilakukannya November kmrn.
 
Dia mampir ke Jogja krn situasi cuaca sudah aman, Merapi tidak batuk2 lg. Dia pun berkeliling.
 
Pada waktu lewat di atas Sleman, Gayus terbang agak rendah krn tertarik dgn sawah yg menghijau. Tp kemudian tersangkut Sutet.
 
Waktu Gayus ngintip keluar jendela piring terbang, wignya jatuh di area persawahan. Krn sayang kalo wignya hilang, Gayus turun.
 
Karena gelap & tertiup angin, Gayus bingung mencari2 wignya, dia muter2 di sawah itu, sambil membolak balik tanaman padi.
 
Setelah sekitar 2,5 jam muter2 cari wig & obrak abrik sawah, akhirnya wignya ketemu jg. Gayus naik piring terbangnya lagi.
 
Gayus pulang malam itu jg ke tempatnya (rahasia).
 
Keesokan harinya, warga Sleman heboh krn menemukan semacam fenomena lambang aneh di sawah mereka. Para pakar bilang: crop circle.
 
Sampe tipi merah sangat lebay memberitakan fenomena kemunculan crop circle itu. Pdhal Gayus bikinnya gak sengaja. Gara2 wignya jatuh!
 
Demikianlah cerita yg sangat tidak bisa dipercaya mengenai asal muasal crop circle di Sleman.
 
Kemungkinan besok2 akan ada org2 yg mengaku mimpi pd malam crop circle muncul. Itu krn dipengaruhi oleh radiasi wig Gayus.
 
Bagi anda yg baru baca serial twit asal muasal crop circle Sleman ini, silakan dibaca dr awal, jgn sepotong2.
 
Itulah hubungannya antara Gayus, NH, PSSI, alien, piring terbang hingga crop circle Sleman.
 
Oh, iya, crop circle Sleman ini gak ada hubungannya dengan Circle K ya...
 
Epiloog:
Cerita gayus sebagai td sepertinya akan dimuat beberapa waktu ke depan dalam blog saya. Judulnya: GATEL (Gayus sang Intel).
 

Sunday, November 14, 2010

Garing; Sebuah Kajian Singkat

Beberapa org memang terlahir garing. Beberapa org memang sangat berbakat untuk menjadi garing. Beberapa yg lain seperti terlihat bangga dengan kegaringannya, bahkan terlihat sekali seperti tidak ingin kehilangan reputasi garing, bahkan berusaha mati-matian mempertahankan kegaringan itu.

Garing mungkin didapat dari faktor lingkungan. Mungkin pergaulan. Mungkin juga faktor keturunan. Yg pasti, sangat berat untuk tertawa pada saat kegaringan itu muncul dari seseorang dengan reputasi garing yg menahun.

Garing bisa menular! Seseorang yg hidupnya selalu dekat dengan org garing cenderung akan bersifat garing juga. Sensitivitas kelucuan akan berubah secara berangsur-angsur menuju kegaringan yg tiada tara. Ini merupakan ancaman terhadap humor & kelucuan di lingkungan kita. Sebaiknya kita mencegah ancaman dari orang-orang yg ingin memasyarakatkan kegaringan & menggaringkan masyarakat.

Garing itu pencemaran gairah. Garing mengotori mood. Garing juga mengubah cuaca & suasana hati kita. Di saat kita berdiskusi & bercanda dengan riang, lalu kemudian datang seseorang yg membawa kegaringannya, maka kegaduhan akan berangsur berubah menjadi kerlingan mata, menjadi bibir yg monyong, bahkan gerutu. Tertawa akan berubah menjadi meringis, senyum akan berubah menjadi tertahan. Atmosfer humor akan berubah mendung. Bahkan kadang semua org berusaha untuk berlari dari lokasi jatuhnya kegaringan seraya berdoa agar tidak timbul kegaringan lain di tempat yg baru.

Kegaringan lahir dari pergaulan. Kegaringan lahir dari cara pandang & wawasan. Kegaringan lahir melalui proses. Semakin kegaringan ditolerir, maka kegaringan akan selalu muncul. Oknum yg garing akan selalu merasa lucu, apabila dibiarkan & diperlakukan seperti kita memperlakukan hal yg lucu. Semakin ditolerir, kegaringan akan menjadi kronis, lama-lama akan sangat mengganggu. Karenanya, kita harus memperlakukan org yg berlaku garing seperti apa adanya. Siapa yg mau menjadi korban kegaringan? Korban kegaringan akan tersiksa dalam hati. Korban kegaringan cenderung berbohong dengan berpura-pura tertawa. Korban kegaringan bisa tersenyum kecut, bisa tersenyum sinis & juga bisa tersenyum lebar, walaupun terlihat seperti org yg menahan sakit perut. Korban kegaringan patut dikasihani.


Sebenarnya, para pelaku & pembawa kegaringan patut kita hargai usahanya untuk menghidupkan suasana. Namun sayang, tujuan mulia tersebut gagal dinikmati oleh lingkungan akibat perbedaan level sense of humor. Malah akhirnya terkadang situasi yg pada awalnya ceria, bisa berubah menjadi seperti mengheningkan cipta.

Yg paling parah adalah kegaringan yg agen pembawanya adalah org yg patut kita hormati. Misalnya atasan kita, Pak RT, mertua, ustadz dll. Rasanya jiwa humor kita tercabik-cabik. Rasanya kita ingin hari cepat-cepat berganti malam agar kita cepat tertidur & terlepas dari belenggu kegaringan itu.

Mudah-mudahan kita selalu terhindar dari kegaringan-kegaringan dunia. Mari kita berusaha untuk meningkatkan level humor, mengasah bakat lucu & gemar menonton lawakan yg berkualitas di atas kegaringan rata-rata.
Akhir kata, saya tidak yakin anda membaca kajian tentang kegaringan (yg sangat garing ini) hingga sampai pada kalimat berikutnya. Terimakasih telah iseng membaca tulisan garing ini.


ADG
Blog:
http://8200psig.blogspot.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, October 21, 2010

Penasaran di Executive Lounge

Senin kemarin, berangkat lagi ke field, sempat mampir dulu di Executive lounge. Sendiri.
Sempat sarapan, trus senyum-senyum sendiri memperhatikan orang-orang di sekitar. Fenomena Executive Lounge di Bandara ini bagi saya menarik. Dan saya penasaran.

Saya berceloteh gak karuan di twitter pagi itu.


Sampe di situ saja. Terputus karena ketemu si Eko, anak Asset sebelah yang kayaknya setengah sotoy juga. Kemudian ngeributin masalah saham dan lain-lain yg akhirnya menurut saya membuang energi, karena yang diajak diskusi gak menguasai materi.

Tapi suatu saat, saya akan menguak misteri Executive Lounge yang bagi saya menarik itu. Hehehehe....